Teori Etika Bisnis Islam
Teori sendiri adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan dari suatu keilmuan itu sendiri. Sedangkan Etika adalah penjelasan sesuatu itu ada yang buruk dan ada juga yang baik.
Etika di sini berhubungan dengan adat kebiasaan, nilai-nilai, dan norma-norma perilaku manusia yang dianggap baik atau buruk
Teori egoisme sendiri ada 2 konseP yang saling berhubungan, yaitu egoisme psikologi dan egoisme etis.
Egoisme psikologis adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kesibukannya sendiri
Egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi kepentingan diri sendiri. Egoisme etis menjelaskan seseorang memikirkan penilaian terlebih dahulu apa yang cocok atau sesuai dengan dirinya, kemudia bertindak sesuai dengan penilaian pribadinya. Egoisme etis ini dinilai cukup tinggi secara moral.
Egoisme etis adalah pandangan yang paling sesuai dengan moralitas sehat, karena egoisme etis memandang tentang kepentingan sendiri. Tetapi, di lain sisi egoisme etis tidak dapat memecahkan konflik-konflik kepentingan dan bersifat sewenang-wenang.
2. Teori Ultilitarianisme
Teori ini menekankan pada perbuatan yang menghasilkan manfaat yang paling banyak membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Untuk mengukurnya adalah dengan melihat jumlah kebahagiaan dan jumlah ketidakbahagiaan.
Teori ini dinilai hanya menekankan manfaat pada pencapaian kebahagiaan duniawi demi keuntungan sebagian besar orang atau mayoritas.
3. Teori Deontologi
Teori ini mengatakan bahwa betul salahnya suatu tindakan tidak dapat ditentukan dari akibat-akibat tindakan itu tetapi ada cara bertindak yang begitu saja.
Teori ini memiliki keyakinan bahwa sesuatu yang baik berakar dari keberhasilan manusia dalam mengerjakan tugas atau kewajibannya.
Teori ini dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
Etika di sini berhubungan dengan adat kebiasaan, nilai-nilai, dan norma-norma perilaku manusia yang dianggap baik atau buruk
Teori-teori Etika ada 6, yaitu:
1. Teori EgoismeTeori egoisme sendiri ada 2 konseP yang saling berhubungan, yaitu egoisme psikologi dan egoisme etis.
Egoisme psikologis adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kesibukannya sendiri
Egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi kepentingan diri sendiri. Egoisme etis menjelaskan seseorang memikirkan penilaian terlebih dahulu apa yang cocok atau sesuai dengan dirinya, kemudia bertindak sesuai dengan penilaian pribadinya. Egoisme etis ini dinilai cukup tinggi secara moral.
Egoisme etis adalah pandangan yang paling sesuai dengan moralitas sehat, karena egoisme etis memandang tentang kepentingan sendiri. Tetapi, di lain sisi egoisme etis tidak dapat memecahkan konflik-konflik kepentingan dan bersifat sewenang-wenang.
2. Teori Ultilitarianisme
Teori ini menekankan pada perbuatan yang menghasilkan manfaat yang paling banyak membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Untuk mengukurnya adalah dengan melihat jumlah kebahagiaan dan jumlah ketidakbahagiaan.
Teori ini dinilai hanya menekankan manfaat pada pencapaian kebahagiaan duniawi demi keuntungan sebagian besar orang atau mayoritas.
3. Teori Deontologi
Teori ini mengatakan bahwa betul salahnya suatu tindakan tidak dapat ditentukan dari akibat-akibat tindakan itu tetapi ada cara bertindak yang begitu saja.
Teori ini memiliki keyakinan bahwa sesuatu yang baik berakar dari keberhasilan manusia dalam mengerjakan tugas atau kewajibannya.
Teori ini dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
- Rational Monism
Teori ini dibuat oleh Immanuel Kant, teori ini meyakini bahwa suatu tindakan dianggap bermoral jika dilakukan dengan rasa bertanggung jawab.
Tugas atau kewajiban adalah suatu yang rasional dan bermoral, sehingga semua tindakan yang berasal dari keinginan tuhan dianggap bermoral.
- Tradisional Deontologi
Teori ini memiliki nilai religi yang sangat kuat, karena tugas dan kewajiban bermoral berpedoman pada tuhan, sehingga semua yang dilakukan harus berdasakan perintah tuhan karena teori ini beranggapan meyakini tuhan dan kesucian hidup
- Intuitionistik Pluralis
Teori ini memiliki prinsip utama yang menyatakan bahwa hanya ada beberapa aturan moral dan kewajiban yang harus diikuti oleh semua manusia.
Teori Deontologi memang sulit untuk didefinisikan secara jelas, tetapi kita dapat mengambil contohnya, seperti mencuri, menghina, dan berkata kasar adalah tindakan yang dilarang. Sedangkan bersedekah, membantu orang lain, dan jujur adalah tindakan yang bisa diterima secara universal.
4. Teori Hak
Teori ini mengasumsikan bahwa suatu tindakan atau perbuatan dinilai baik apabila sesuai dengan HAM (Hak Asasi Manusia), Hak asasi didasarkan pada beberapa sumber otoritas da Indonesia telah mempunyai undang-undang tentang HAM yang diatur dalam UU Nomor 39 Tahun 1999.
5. Teori Keutamaan
Teori ini mengangkat dari pertanyaan mengenai karakter yang harus dimiliki seseorang agar bisa disebut sebagai manusia utama, dan sifat-sifat mencerminkan manusia hina. Sifat keutamaannya bisa dinilai dari tindakan yang berulang-ulang.
6. Teori Etika Teonom
Teori ini membahas tentang pendapat yang mendasarkan norma-norma moral kepada kehendak Allah.
Perilaku manusia dinilai baik apabila sepadan dengan kehendak Allah, dan perilaku manusia tidak dinilai baik apabila tidak mengikuti aturan-aturan yang sudah Allah tuangkan dalam kitab suci.
Teori ini dibagi menjadi 2, yaitu:
- Etika Teonom Murni
Etika ini mengajarkan bahwa sesuatu dinilai baik apabila sesuai dengan perintah Allah dan dinilai buruk apabila melanggar Perintah Allah.
Teori ini banyak dipegang oleh orang-orang beragama dan Allah juga dinilai bebas dalam menentukan apa yang kita anggap baik dan apa yang kita anggap buruk. Tugas Manusia adalah menerima apa yang dijelaskan Allah terhadapnya.
- Teori Hukum Kodrat
Teori ini mengatakan bahwa baik dan buruk ditentukan oleh Allah seakan-akan secara sewenang-wenang atau bahwa kodrat dan fitrah manusia sudah digariskan sejak penciptaan.

Belum ada Komentar untuk "Teori Etika Bisnis Islam"
Posting Komentar