Membangun Budaya Organisasi Yang Islami
Didalam islam mempunyai konsep-konsep islami tersendiri, lain dengan etika bisnis konvensional, hal-hal ini bisa kita lihat dari tujuan, ciri-ciri, fungsi, dan manfaat yang didapatkan oleh orang-orang yang ada di dalam organisasi secara khusus dan diharapkan dapat memberikan manfaat pada masyarakat secara luas.
Nilai-nilai yang ada dalam konsep islam ini bersumber dari Al-Qur'an dan Assunnah serta dari kehidupan Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya, tujuan dari adanya budaya organisasi yang tersumber dari yang baik akan menghasilkan konsep yang baik pula.
Fungsi Budaya Organisasi
Dalam organisasi, budaya organisasi atau perusahaan memiliki berbagai
fungsi.Menurut Robins (2003) budaya organisasi memiliki beberapa fungsi didalam suatu
organisasi.
- Budaya memiliki suatu peran dalam batas-batas penentu, yaitu menciptakan perbedaan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.
- Budaya berfungsi untuk menyampaikan rasa identitas organisasi kepada anggota-anggota organisasi.
- Budaya mempermudah penerusan komitmen hingga mencapai batasan yang lebih luas, melebihi batasan ketertarikan individu.
- Budaya mendorong stabilitas sistem sosial, budaya merupakan suatu ikatan sosial yang membantu mengikat kebersamaan organisasi dengan menyediakan standar-standar yang sesuai mengenai apa yang harus dikatakan dan dilakukan karyawan.
- Budaya organisasi bertugas sebagai pembentuk perilaku serta sikap karyawan.
Melihat fungsi-fungsi berikut bisa kita ambil kesimpulan bahwa organisasi memegang peranan penting dalam mencapai tujuannya, contohnya fungsi budaya organisasional yang mendorong terciptanya komitmen organisasi dan meningkatkan konsistensi sikap karyawan.
Konsep Budaya Organisasi Islam
Budaya organisasi dimanifestasikan dalam dua bentuk, yaitu konkrit dan abstrak.
- Konkrit, hal ini bisa dilihat dari cara anggota melayani konsumen, cara berpakaian Anggotanya dan cara berkomunikasi baik antara atasan dan bawahan maupun rekan sekerja.
- Abstrak, hal ini bisa dilihat secara kasat mata. Bentuk ini merupakan bagian yang paling sukar diubah karena terdapat pada sisi kognitif sistem nilai sebuah budaya perusahaan, disini budaya perusahaan berbentuk ide atau gagasan anggota organisasi tentang lingkungannya yang relatif stabil dari waktu ke waktu walau anggota berubah.
Karakteristik Budaya Organisasi yang Islami
Karakteristik yang dimiliki oleh budaya organisasional yang Islami menurut Abdul
Manan (1993) dalam Lukman Hakim (2011) adalah sebagai berikut:
- Bekerja merupakan ibadah Adalah ketika seorang individu melakukan aktivitas atau bekerja, dalam menjalankan pekerjaannya menggunakan prinsip-prinsip Islami, dimana prinsip-prinsip tersebut meliputi kejujuran, amanah, kebersamaan, tidak mementingkan diri sendiri, dan lain-lain.
- Bekerja dengan azas manfaat dan maslahat Adalah seorang individu dalam menjalankan proses aktivitasnya tidak semata-semata mencari keuntungan maksimum untuk menumpuk aset kekayaan. Aktivitas kerja bukan semata-mata karena profit ekonomis yang diperolehnya, tetapi juga seberapa penting manfaat keuntungan tersebut atau kemaslahatan bagi orang banyak
- Bekerja dengan mengoptimalkan kemampuan akal Adalah seorang individu ketika bekerja, perlu berusaha mengoptimalkan kemampuan yang telah Allah berikan kepadanya, baik kemampuan akal fikirannya (kecerdasannya) maupun keprofesionalitasnya. Dengan mengoptimalkan kemampuannya tersebut maka Allah akan meningkatkan pula rizki kepadanya.
- Bekerja dengan penuh keyakinan dan optimistik Adalah seorang individu yakin bahwa apapun yang diusahakannya sesuai dengan ajaran Islam sehingga hal itu tidak akan membuat hidupnya menjadi kesulitan. Apabila ada kesulitan maka Allah pasti akan menunjukkan jalan keluarnya
- Bekerja dengan mensyaratkan adanya sikap tawazun (keberimbangan) Adalah seorang individu yang bekerja harus mensyaratkan adanya sikap tawazun (keberimbangan) antara dua kepentingan, yakni kepentingan umum dan kepentingan khusus. Keduanya tidak dapat dianalisis secara hirarkis melainkan harus diingat sebagai satu kesatuan
- Bekerja dengan memperhatikan unsur kehalalan dan menghindari unsur haram Adalah seorang individu harus menghindari praktek pekerjaan yang mengandung unsur haram antara lain keuangan mengandung riba, kebijakan yang tidak adil, pemasaran yang menipu, dan sebagainya.
Nilai-nilai Islam Dalam Budaya Organisasi
Islam seaagai salah satu sumber tata nilai juga mempunyai nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai pembangunan budaya orgnasisasi yang kuat. Nilai-nilai dalam organisasi juga diperlukan
untuk mengikat manajer dan semua orang dalam organisasi tersebut dalam suatu kesatuan
yang utuh.
Beberapa nilai yang dipandang penting dalam pembangunan mental seorang muslim
dalam berorganisasi adalah ikhlas, amanah, fathonah dan jama’ah. Secara rinci ke-empat nilai
tersebut beserta detail uraian menyangkut budaya organisasi akan dijelaskan sebagai berikut :
- Ikhlas, merupakan sikap dasar khas seorang muslim segala tindakannya yang dilakukan selalu bertujuan untuk mencari ridlo Allah, (Fauzi, 2017). Seorang muslim yang ikhlas adalah yang melakukan segala kewajibanya dengan maksimal tanpa niat untuk dipuji, dihargai atau hanya ingin dilihat orang.
- Amanah, yang mana adalah nilai sentral dalam membangun budaya organisasi, amanah merupakan sikap tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan atau dengan kata lain ia menginginkan memenuhi sesuatu sesuai dengan ketentuan. Dalam organisasi atau manajemen, konsep manajemen ini sangatlah penting, karena setiap orang yang ada dalam organisasi pada dasarnya adalah memengang tugas dan wewenang menyangkut kinerja organisasi.
- Fathana, yang berarti mengerti, memahami dan menghayati segala hal yang menyangkut tugas dan pekerja atau keryawan atau harus tahu persis apa tugas dan kewajiban. Lebih lanjut, sifat ini akan menimbulkan sifat kreativitas dan kemampuan untuk melakukan bermacam inovasi seseoranmg karena sifat dedikasi kepada tugasnya, (Baharun, 2017).
- Jamaah atau Kolektivitas, Islam adalah agama jamaah yang lebih mementingkan kebersamaan daripada kesendirian atau individualism. Dari ibadah hingga muamalah dari sholat hingga ibadah social mencerminkan karakter dan watak kolektivitas Islam. Secara sederhanna contoh, sholat berjamaah nilainya lebih tinggi bila dibandingkan shalat sendirian.
Cara Menjalankan Budaya Organisasi Yang Islam
- Memiliki perencanaan yang jelas, perencanaan ini meliputi prosedur dan mekanisme kerja. Prosedur dan mekanisme kerja merupakan cara-cara yang akan ditempuh dan bagaimana bentuk kegiatan operasional yang perlu dilakukan, serta yang harus diingat dalam merencanakan adalah harus selalu mengacu pada tujuan organisasi.
- Pengorganisasian, pada dasarnya organisasi merupakan sebuah tim/kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai tujuan. Untuk itu, diperlukan pembentukan tim dan 11 kerjasama, nilai kerjasama (jama’ah) merupakan aktivitas yang bertujuan untuk membangun kekuatan-kekuatan atau sumberdaya yang dimiliki oleh personil sekolah. Misalnya, membentuk tim pelaksana yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan manajemen budaya Islami.
- Pengarahan, penerapan budaya organisasi perlu diarahkan pada sasaran yang sebisa mungkin dapat diukur. Sasaran yang dapat diukur akan mempermudah pengukuran capaian kinerja. Misalnya, organisasi mendorong bagi terciptanya budaya Islami; cara dan model busana sesuai dengan aturan berbusana yang Islami, tata cara pergaulan yang sopan mencerminkan sikap akhlakul karimah, disiplin dengan waktu dan tata tertib yang ada, sehingga dapat menumbuhkan sikap interest dari masyarakat terhadap organisasi. melakukan berbagai kegiatan yang dapat mencerminkan suasana ke-Islaman, dan lainnya.
- Pengawasan/control, pengawasan ini penting untuk dilakukan, untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dan pelanggaran di lapangan yang tidak sesuai program, sehingga bisa dilakukan koreksi secepatnya. Misalnya dengan membuat kartu control untuk mengontrol implementasi manajemen budaya islami. Kartu control ini untuk menunjang evaluasi agar indikator terlaksananya budaya organisasi dapat diketahui

Belum ada Komentar untuk "Membangun Budaya Organisasi Yang Islami"
Posting Komentar