Definisi dan Rumusan Desain Etika dalam Islam
Etika dalam Bahasa Yunani kuno yaitu “ethikos” berarti timbul dari kebiasaan, menurut Istiyono Wahyu dan Ostaria adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas.
Sedangkan dalam islam yang paling dekat berhubungan dengan istilah etika dalam al-qur’an adalah khuluq. Tindakan yang terpuji disebut sebagai salihat dan tindakan yang tercela disebut sayyi’at.
Sedangkan dalam islam yang paling dekat berhubungan dengan istilah etika dalam al-qur’an adalah khuluq. Tindakan yang terpuji disebut sebagai salihat dan tindakan yang tercela disebut sayyi’at.
Pengertian Bisnis Islam
Secara etimologis, bisnis memiliki beberapa arti yaitu, usaha, perdagangan, perusahaan, tugas, urusan, hak, usaha dagang, usaha komersil dalam dunia perdagangan atau bidang usaha.
Dari pengertian secara Bahasa itu tampak bahwa bisnis adalah sebagai aktivitas riil ekonomi yang secara sederhana dilakuka dengan cara jual beli atau pertukaran barang dan jasa.
Sedangkan bisnis islam dapat diartikan sebagai serangkaian aktifitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah atau kuantitas keperluan hartanya atau barang dan jasa termasuk profitnya, namun dibatasi dengan cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (aturan halal dan haram) dan aktivitas usaha yang didasarkan pada aturan yang tertuang di dalam Al-Qur'an, hadist, qiyas, dan ijma.
Pengertian Etika Bisnis
Secara umum, Perilaku baik atau buruk individu dalam kegiatan membuat, menghasilkan dan menjual barang dan jasa konsumen untuk memenuhi kebutuhan.
Dalam Islam, akhlak dalam menjalankan
bisnis sesuai dengan nilai-nilai Islam,sehingga dalam melaksanakan bisnisnya
tidak perlu ada kekhawatiran,karena sudah diyakini sebagai sesuatu yang baik
dan benar.
Rumusan Desain Etika dalam Islam
1. Kebenaran, yaitu Kejujuran dan Kebajikan
Prinsip utama dalam bisnis adalah kejujuran. Dalam Islam kejujuran
menjadi hal yang sangat fundamental (mendasar). Sedangkan dalam
konteks bisnis,kebenaran dan kebajikan dikaitkan dengan niat dan perilaku
yang benar terkait proses transaksi,proses mendapatkan komoditas pengembangan, serta proses dalam hal mendapat keuntungan.
Tidak ada yang sengaja disembunyikan, dan tidak ada pula pihak yang merasa dibohongi ataupun dirugikan.
2. Tolong Menolong
Sebagai penerapan kewajiban sosial dalam bisnis syariah, pelaku bisnis
wajib memperhatikan sikap tolong menolong dan tidak hanya mengejar
keuntungan saja. Akan sangat baik apabila sebuah bisnis dapat menolong (dalam hal kebaikan) permasalahan orang lain.
3. Bebas dari Unsur Riba
Riba adalah
segala sesuatu yang berhubungan dengan pengambilan tambahan dari
harta pokok atau modal yang tidak sesuai dengan ketentuan agama.
Seorang pebisnis dapat terhindar dari riba salah satunya dengan cara
memperhatikan darimana dan bagaimana dan bagaimana cara
mendapatkan modal.
Pastikan bahwa modal di dapat secara jelas dan
melalui ketentuan agama yang berlaku tanpa ada penyelewengan di dalam
mendapatkan modal tersebut.
4. Keseimbangan
Keadilan adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam ekonomi. Dalam
hal bisnis dan berdagang, seseorang harus berperilaku adil dan tidak
dengan sengaja merugikan orang lain untuk kepentingan sendiri.
5. Tanggung Jawab
Pebisnis yang bertanggung jawab bisa membatasi dirinya
dari tindakan-tindakan yang di luar batas. Sebuah perusahaan harus
memperhatikan etika bisnis dan tanggung jawabnya terhadap bisnis yang
sedang dijalankan.
Etika bisnis dapat dilihat dari bagaimana perusahaan
mampu bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,mensejahterakan
masyarakat sekitar dan juga tanggung jawabnya terhadap kesejahteraan
karyawannya.

Belum ada Komentar untuk "Definisi dan Rumusan Desain Etika dalam Islam"
Posting Komentar